Selasa, 07 Oktober 2014

BELAJAR DARI WCC HARARE 1998


Dilatarbelakangi oleh pertemuan WCC sebelumnya pada tahun 1991 di Canberra dengan tema:”Come, Holly Spirit-Renew The Whole Creation” (ed. Lossky, 1991. 1905) yang terinspirasi dari segala situasi yang tidak lagi bersahabat karena seluruh ciptaan terancam oleh adanya perang, ketidakadilan, kemiskinan dan pencemaran polusi serta upaya-upaya yang kurang memadai didalam mengurangi ancaman-ancaman tersebut. Melalui tema “Datanglah, Roh Kudus, Perbaharuilah CiptaanMu, terbesit sebuah kerinduan akan pembaharuan yang dihadirkan oelh Kristus melalui Roh Kudus yang nampak didalam doa dan seharusnya juga nampak didalam aktivitas gerejawi ditengah-tengah dunia (ed. Kinnamon, 1991,14).

ABDI ALLAH versi ADRIAN MAMAHIT

Apabila kamar kita kotor, tindakan apa yang seharusnya kita lakukan ? Ya,tentu kita harus membersihkannya begitu pula dengan Raja Yosia. Menurut sang Raja,penyebab hancurnya bangsa Israel adalah penyembahaan berhala,oleh karena itulah raja Yosia menggangap bahwa bangsa Israel telah kotor dan harus dibersihkan. 

Ora et labora versi ADRIAN MAMAHIT

Suatu ketika ada seorang muda yang sedang berjalan menuju sebuah kota, dalam perjalanan ia menemukan sebuah jurang, rupanya karena ada longsor jembatan menuju ke kota sembrang rusak dan tidak dapat dipergunakan.

ADRIAN MAMAHIT SELALU BERJUANG

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya,
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia akan memberi yang lebih baik.


ADRIAN MAMAHIT BERSYUKUR


SELAMAT ULANG TAHUN PAPA

Saya adalah seorang anak pelaut, ketika saya kecil saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pelaut. Cita-cita untuk menjadi seorang pelaut muncul karena saya memiliki seorang pelaut, beliau bahkan selalu mengajak saya untuk ikut bersamanya ketika saya sudah memasuki masa liburan sekolah. saya dan   saudara-saudara bersama mama selalu menikmati hari libur dikota yang baru bagi saya. Dalam hal inilah, saya memiliki kerinduan untuk bekerja seperti ayah saya.

Selasa, 30 September 2014

BEBAS versi Adrian Mamahit


Perasaan bebas untuk pertama kalinya saya rasakan ketika saya berinjak usia remaja, ketika itu saya merasakan sesuatu yang berbeda dalam hidup saya. Pada waktu bersamaan saya berpikir jika manusia itu hanya makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling mulia tetapi tidak dapat menikmati betapa besarnya kuasa Tuhan dalam menciptakan kebebasan. Untuk dapat menikmati kebebasan itu, makhluk ciptaan yang paling mulia sering mengunakan berbagai macam acara untuk mencapai hal itu. Oleh karena itulah sering kita mengenal istilah bebas dalam bertanggung jawab. Jika saya dijinkan saya akan mengibaratkan hidup saya ini seperti sebuah alat musik, saya akan mengeluarkan suara merdu jika dimainkan secara benar, tetapi saya juga akan mengeluarkan suara sumbang jika saya dimainkan secara tidak benar. Berdasarkan itu kita dapat mengkaitkan dalam kehidupan sehari-hari, orang yang memainkan gitar merupakan sosok lingkungan sekitar, jadi hidup ini kita bebas  untuk memilih teman. Tapi yang menjadi pertayaan sekarang, apakah teman itu dapat membantu kita untuk mengeluarkan suara merdu ? atau suara sumbang ?

AM 03102009.